SKENARIO
VIDEO
“DRAKOR
DENGAN DUNIA PENDIDIKAN”
Dosen Pengampu : Muh. Samsudin, S.Ag. M.Pd.
Asisten Dosen : Nida Nasuha S.Pd.I & Ratna Sari S.Pd.I
Disusun Guna Memenuhi Nilai Uji Kompetensi 3
Mata Kuliah Media pembelajaran
Disusun Oleh:
Kelompok 3 PAI D
Anifatul Mushlikhah (20130720168)
Lya Herdia Ningtyas (20130720187)
Nur Lailah Udin (20130720188)
Febrina Chaerani (20130720206)
Kelompok 3 :
Pembuat naskah :
Febrina Chaerani
Editor :
Anifatul Mushlikhah
Kameramen : 1.
Febrina Chaerani
2. Lya Herdia Ningtyas
Pemeran :
Anifatul Mushlikhah sebagai Ani
Lya Herdia Ningtyas sebagai Lia
Nur Lailah Udin sebagai Ilha
Febrina Chaerani sebagai Febri
DRAKOR
DENGAN DUNIA PENDIDIKAN ?
Perpustakaan Universitas Muhammdiyah Yogyakarta tampak sepi. Entah
karena para mahasiswa sedang mengikuti mata kuliah masing-masing, atau memang
mereka tengah malas untuk sekedar menjenguk buku-buku usang di rak-rak
perpustakaan yang menjulang tinggi. Meskipun sepi, bukan berarti tidak ada sama
sekali mahasiswa yang berkunjung. Di salah satu sudut perpustakaan tampak
seorang mahasiswi tengah sibuk dengan laptop di hadapannya ditemani buku-buku
yang menggunung di sampingnya.
Apa yang sedang ia lakukan ? Mengerjakan tugas ? jawabannya tidak.
Lalu, praktik SPSS ? apalagi itu, tentu saja tidak. Jadi.......
Lia : Iiiih so sweet banget ( telapak tangan
kanan dan kiri saling menggenggam ). Yaah, selesai ( kecewa ). Nonton lagi ah (
mata sibuk memandang layar laptop dan jari telunjuk sibuk dengan touch pad ).
Naah ini nih yang paling baru di tahun 2015, “Sensory Couple”. Selamat menonton
( berbicara pada diri sendiri ).
Sudah bisa ditebak , apa yang sedang ia lakukan pada saat itu. Lalu
apa yang terjadi selanjutnya ?
Ilha : ( Datang dengan
membawa beberapa buku ). Eh, udah selesai belum tugas jurnalnya ?
Lia : ( Tidak menanggapi,
tersenyum ke arah laptop )
Ilha : ( Menutup layar laptop Lia secara
tiba-tiba )
Lia : ( Kesal ), iiih
apa-apaan sih, orang lagi nonton juga ( kembali membuka laptop )
Ilha : ( Membuka buku )
iya sih nonton, tapi nggak harus lupa dunia juga kali (mencibir). Udah selesai
belum tugas jurnalnya ?
Lia : Jurnal ? jurnal yang mana ?
( bingung )
Ilha : Itu lho tugas
Metodologi Pembelajaran, disuruh nyari jurnal bahasa Inggris tentang SEL,
diterjemahin terus diresume.
Lia : ( Menepuk dahi ) oh iya aku
lupa, untung kamu ingetin, hehe..
Ilha
: Huuu..makanya jangan
nonton film korea mulu ( sambil sibuk menulis ).
Ilha : ( Diam, tak peduli dengan omongan
Lia )
Ani : ( Tiba-tiba
datang dan langsung duduk di samping Ilha), kenapa sih kok rame banget ?
Ilha : Itu tuh si Lia nonton film
korea mulu.
Ani : Oh masalah Drakor.
Lia
& Ilha : Drakor ? ( heran
bercampur bingung )
Ani : Singkatannya Drama Korea (
mencoba memberi penjelasan ).
Lia
& Ilha : ( Menangguk-anggukkan
kepala )
Ani : Sebenarnya ada gunanya juga
lho nonton drakor.
Ani : ( Menggelengkan
kepala ) ya nggak Cuma buat hiburan lah. Kita nggak boleh cuma nonton drakor
yang isinya Cuma so swet - so swetan aja. Nggak ada salahnyakan kalau kita
nonton drakor yang berbau pendidikan. Jadi, kita bisa tahu bagaimana sih
pendidikan di Korea. Bukannya Korea adalah negara yang memiliki sistem
pendidikan yang sangat baik.
Lia : Nah bener tuh.
Aku tahu, contohnya itu yang judulnya “School 2013” sama “God Of Study”.
Ani : Iya betul banget (
mengacungkan jempol tanda setuju )
Ilha : Masa’ ? aku
nggak percaya ah. Drakor kan isinya Cuma cinta-cintaan aja ( Menggelengkan
kepala ).
Ani : Masih nggak
percaya ? ( heran ). Ya udah besok aku ajak Febri buat nunjukin drakornya ke
kamu. ( Melihat jam di pergelangan tangan ) Eh, udah waktunya masuk kuliahnya
pak Nur nih. Ayo nanti telat.
Ilha : Ayo ( membereskan buku ),
bener ya besok tunjukin ke aku .
Ani : Iya Insyaallah, besok
diingetin aja lewat bm ( bersiap untuk pergi ).
Lia : Bentar tungguin (
memasukkan laptop ke dalam tas ).
Berakhirlah percakapan pada siang itu. Berakhirnya percakapan bukan
berarti selesai semua permasalahan. Masih ada tanda tanya yang besar di dalam
pikiran Ilha. Ia masih saja menyangkal jika ternyata drakor memiliki sisi
positif yang berkaitan dengan pendidikan. Di sisi lain, Ani berencana untuk
mempertemukan Ilha dengan Febri, dengan harapan agar Ilha mampu melihat drakor
dari sisi yang lain. Tidak hanya sisi negatif tetapi juga sisi positif.
Lalu, apakah dengan kehadiran Febri tanda tanya besar dalam pikiran
Ilha akan terjawab ? Mampukah Febri mengubah mind set Ilha tentang drakor ?
Keesokan harinya, Lia, Ilha dan Febri bertemu di taman kolam
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Seperti yang telah direncanakan, mereka
akan mendiskusikan drakor.
Febri : ( Mengeluarkan
laptop dari tas lalu menghidupkannya ) Ani mana ? ko’ nggak kelihatan
Lia : Ada
rapat HIMA katanya.
Ilha : Mana
drakornya ? ( tidak sabar )
Febri : Bentar
ke’ lagi booting nih ( melihat ke arah laptop ).
Ani : (
Tersenyum ) ciee yang udah penasaran sampe nggak bisa tidur.
Ilha : Tahu
aja ( tersenyum malu ).
Febri : Ini nih contohnya
drakor yang judulnya “School 2013” ( menunjukkan cuplikan drakor ).
Ilha : ( Melihat dengan
serius cuplikan drakor )
Beberapa menit kemudian,
Ilha : Udah
nih, drakor yang lain ada nggak ?
Febri : Ada, nih yang
judulnya God Of Study ( Memutarkan cuplikan “God Of Study” )
Ilha : (
Melihat dengan serius cuplikan “God Of Study” )
Beberapa menit kemudian Ilha mengangguk-angguk, pertanda ada
sedikit perubahan terhadap penilaiannya terhadap drakor.
Ani : Gimana
? udah ada pencerahan ? ( penasaran ).
Ilha :
Alhamdulillah ada sedikit ( tersenyum ).
Febri : Aku kasih
penjelasan sedikit ya. Kalau “ School 2013” filmnya lebih menampilkan tentang
cara guru mengajar dan perhatian guru terhadap siswa di luar proses belajar
mengajar. Sedangkan “God Of Study” lebih cenderung tentang motivasi siswa untuk
belajar.
Ani : Iya bener
banget. Di samping itu sangat terlihat kalau ternyata di Korea, siswa-siswi pada
kelas akhir di tingkat SMA langsung diarahkan untuk dapat mengikuti ujian
seleksi di perguruan tinggi. Jadi, tidak ada yang namanya UN seperti di
Indonesia.
Febri :
Dari dua drakor ini kita jadi tahu, bahwa sebaiknya perhatian guru terhadap
siswa tidak hanya sebatas di dalam kelas tetapi juga di luar kelas.
Ilha : Iya sih, aku
jadi paham. Tapi, itu kan Cuma fiktif. Apakah dalam kenyataannya juga demikian
?
Febri : Memang itu hanya
fiktif. Tapi, yang fiktif itu pasti didasarkan pada kenyataan ada. Maksudnya,
pembuat film tidak sepenuhnya mendongeng tetapi ada hal-hal yang memang
benar-benar nyata.
Ilha : (
Mengangguk-angguk tanda paham ) Iya deh, kalu gitu mulai sekarang aku akan
menilai drakor dari sisi positifnya juga.
Ani : Nah gitu dong.
Semua hal yang ada di dunia ini pasti ada sisi positifnya. Tinggal
pintar-pintarnya kita saja dalam memilihnya.
Febri : ( Mengacungkan
jempol ) Siip, setuju.
Akhirnya, Ilha telah mengetahui sisi positif dari drakor. Tidak
semua drakor penuh dengan dunia percintaan, akan tetapi juga dunia pendidikan.
Sebagai calon pendidik, sudah sepantasnya kita mengambil pelajaran mengenai
kiat-kiat mendidik dari manapun tidak terkecuali drama korea atau sering disingkat
drakor. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan proses pengajaran. Allah
menciptakan semua dunia dan seisinya tidak ada yang tanpa manfaat, semua pasti
ada manfaatnya. Hanya saja manusia yang mampu atau tidak mengambil manfaat itu.
video dapat dilihat di sini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar